Selasa, 19 April 2011

Asma Pada Anak

Asma pada anak meluas dalam beberapa dekade ini. Sebagai penyakit kronis umum pada anak-anak, asma pada anak menyebabkan lebih banyak ketidakhadiran di sekolah. Asma pada anak dan orang dewasa memiliki persamaan penyebab – pembengkakan pada saluran pernapasan. Pembengkakan ini membuat saluran pernapasan terlalu sensitif, memiliki tanda dan gejala dari batuk ringan atau napas sengau sampai gangguan serius pada pernapasan.

Beruntungnya, asma pada anak dapat diatasi. Meskipun asma pada anak tidak dapat disembuhkan, anda dan anak anda dapat menjaga gejala tetap terkontrol dengan membuat perencanaan tertulis, mengamati, kunjungan rutin ke dokter anda dan membuat perubahan pengobatan jika diperlukan.

Gejala

Asma pada anak-anak sangat mengganggu, menyebabkan hari-hari yang menjemukan karena tidak dapat bermain, berolahraga, dan aktifitas harian anak-anak pada umumnya. Pada beberapa anak, asma yang tidak terkelola secara baik dapat menjadi serius atau bahkan mengancam nyawa.

Tanda dan gejala umum asma pada anak antara lain:
•    Batuk
•    Suara sengau atau siulan pada saat bernapas
•    Napas pendek
•    Pengetatan pada otot dada

Tanda dan gejala lain asma pada anak antara lain:
•    Sulit tidur karena napas yang pendek, batuk atau napas sengau
•    Batuk atau sengau yang memburuk ketika terserang virus pernapasan, seperti pilek dan flu
•    Tertundanya penyembuhan atau mengalami bronchitis setelah infeksi saluran pernapasan
•    Kelelahan atau masalah pernapasan terjadi ketika bermain atau olahraga

Tanda dan gejala asma berbeda pada setiap anak, dan dapat memburuk atau membaik. Ketika suara sengau adalah yang paling dihubungkan dengan asma, tidak semua anak dengan asma bersuara sengau. Anak anda dapat hanya memiliki satu tanda atau gejala, seperti batuk yang tidak hilang atau penyumbatan di dada.

Terkadang sulit untuk mengatakan apakah gejala pada anak anda disebabkan oleh asma. Napas sengau dan gejala seperti asma lain mungkin disebabkan infeksi bronchitis atau masalah pernapasan lain.
Penyebab

Pada anak penderita asma, sistem imun yang terlalu sensitif membuat saluran pernapasan mengalami pembengkakan dan peradangan saat terkena pemicu seperti asap atau alergen. Terkadang, gejala asma terjadi tanpa pemicu yang jelas. Ketika asma terjadi, otot saluran pernapasan mengerut, lapisan saluran pernapasan membengkak, dan lendir tebal memenuhi saluran bronchial, membuat gejala asma terjadi.

Pemicu asma yang berbeda pada setiap anak antara lain:
•    Infeksi virus, seperti pilek
•    Alergen, seperti debu, bulu hewan, serbuk sari atau jamur
•    Asap tembakau atau polutan lingkungan lain
•    Olahraga
•    Perubahan udara atau udara dingin

Kondisi yang berhubungan dengan asma antara lain:
•    Hidung basah dan sesak yang kronis (rhinitis)
•    Peradangan sinus (sinusitis)
•    Rasa panas di dalam perut (gastroesophageal reflux disease)


Faktor risiko

Tidak jelas mengapa beberapa anak mengalami asma dan yang lain tidak, tapi ini mungkin merupakan kombinasi genetik (keturunan) dan faktor lingkungan. Anak dengan catatan keluarga memiliki asma memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami asma. Faktor lingkungan lain yang dapat meningkatkan peluang anak anda mengalami asma antara lain :
•    Terkena asap tembakau
•    Reaksi alergi sebelumnya, termasuk reaksi kulit, alergi makanan atau alergi rhinitis
•    Tinggal di lingkungan kota besar dengan peningkatan terkena polusi udara
•    Catatan keluarga dengan asma, alergi rhinitis, gatal-gatal atau eksim
•    Berat badan rendah ketika lahir
•    Obesitas

Pencegahan

Perencanaan yang hati-hati dan mengendalikan pemicu asma adalah jalan terbaik untuk mencegah serangan asma.
•    Hindari pemicu. Sebanyak mungkin, hindari alergen dan iritan yang dokter anda identifikasi sebagai pemicu asma
•    Larang merokok di sekitar anak anda. Terkena asap tembakau saat bayi adalah risiko yang paling besar terjadinya asma pada anak, seperti halnya pemicu umum serangan asma.
•    Dorong anak anda untuk aktif. Sepanjang asma anak anda dapat dikontrol dengan baik, aktivitas fisik yang rutin dapat membuat kondisi paru-paru bekerja dengan lebih efisien
•    Miliki perencanaan. Berkerjasama dengan dokter anak anda untuk mengembangkan perencanaan terhadap asma, dan pastikan semua penjaga anak anda – care center, guru, pelatih, dan orang tua teman anak anda – memiliki salinannya. Beberapa rencana menggunakan peak flow meter yang dapat mendeteksi penurunan fungsi paru-paru sebelum anak anda merasakan gejala apapun, berikan informasi penting bagaimana merawat asma anak anda dari hari ke hari.
READ MORE - Asma Pada Anak

Asma (Dewasa)

Asma terjadi ketika saluran pernapasan di paru-paru (bronchial tubes) mengalami pembangkakan dan terbatasnya kemampuan bernapas. Otot dinding cabang tenggorokan mengetat, dan saluran pernapasan anda menghasilkan kelebihan lendir yang menyumbat jalan napas anda. Tanda dan gejala asma berbeda mulai dari napas yang berat sampai kepada serangan asma yang membahayakan nyawa.

Asma tidak dapat disembuhkan, tapi gejalanya dapat dikontrol. Pengaturan itu termasuk menghindari pemicu asma dan melacak gejalanya pada anda. Anda mungkin akan memerlukan kontrol medis jangka panjang untuk mencegahnya menjadi lebih parah dan mengambil pengobatan darurat jangka pendek untuk mengontrol gejalanya pada saat pertama kali.

Asma yang tidak terkontrol dapat menyebabkan Anda sering tidak masuk dalam bekerja dan sekolah, atau menurunkan produktivitas. Karena asma dapat berubah dari waktu ke waktu, anda akan membutuhkan kerja sama dengan dokter untuk mengontrol asma anda dan menyesuaikan perawatan yang dibutuhkan.

Gejala

Asma memiliki tanda dan gejala mulai dari yang ringan sampai yang parah, dan bervariasi pada setiap orang. Anda mungkin memiliki gejala asma seperti napas yang berat secara rutin, dengan terkadang mengalami serangan asma. Di antara serangan asma tersebut anda mungkin akan merasa normal dan tidak memiliki masalah pernapasan. Atau, anda mungkin memiliki tanda dan gejala seperti batuk dan napas berat sepanjang waktu atau memiliki gejala primer pada malam hari, atau hanya saat berolahraga.

Tanda dan gejala asma antara lain:
•    Napas pendek
•    Pengetatan pada otot dada atau rasa sakit pada dada
•    Sulit tidur karena napas pendek, batuk atau napas sengau
•    Suara sengau atau siulan ketika bernapas
•    Batuk atau sengau yang memburuk ketika terserang virus pernapasan, seperti pilek dan flu

Tanda bahwa asma anda mungkin memburuk antara lain:
•    Bertambahnya tingkat keparahan dan frekuensi dari tanda dan gejala asma
•    Turunnya rata-rata maksimum aliran napas yang diukur oleh peak flow meter, peralatan sederhana yang digunakan untuk memeriksa seberapa baik paru-paru anda bekerja
•    Meningkatnya kebutuhan untuk menggunakan bronchodilator – pengobatan yang membuka jalan napas dengan mengistirahatkan otot-otot saluran pernapasan

Berkerja sama dengan dokter anda untuk menentukan kapan anda membutuhkan penambahan obat atau mengambil langkah lain untuk merawat gejala asma yang memburuk dan membuat asma anda untuk dapat dikontrol kembali. Jika asma anda tetap memburuk, anda mungkin butuh perawatan Unit Gawat Darurat. Dokter anda dapat membantu mengajarkan anda untuk mengenali tanda-tanda dan gejala darurat jadi anda akan mengetahui kapan memerlukan bantuan.
 
Penyebab

Tidak jelas bagaimana seseorang memiliki asma dan orang lain tidak, tapi ini mungkin saja akibat kombinasi dari faktor lingkungan dan genetik (keturunan).

Pemicu asma berbeda pada setiap orang. Terkena berbagai alergen dan iritan dapat memicu tanda dan gejala asma, antara lain:
•    Alergen yang melayang di udara, seperti serbuk sari, bulu hewan, jamur dan debu
•    Infeksi saluran pernapasan, seperti pilek
•    Aktifitas fisik (olahraga yang memaksa timbulnya asma)
•    Udara dingin
•    Polusi udara dan iritan, seperti asap rokok
•    Obat tertentu, termasuk beta blocker, aspirin, dan obat nonsteroidal anti-inflammatory lainnya
•    Emosi yang tinggi dan stres
•    Sulfida, pengawet yang ditambahkan pada beberapa makanan yang tidak tahan lama
•    Gastroesophageal reflux disease (GERD), kondisi dimana asam perut naik ke tenggorokan
•    Siklus menstruasi pada wanita
•    Reaksi alergi pada makanan seperti kacang dan kerang


Faktor risiko

Asma adalah penyakit yang umum, berefek pada jutaan orang dewasa dan anak-anak. Mereka yang terdiagnosa mengalami asma terus bertumbuh setiap tahun. Tapi tidak jelas apa penyebabnya. Beberapa faktor yang mungkin meningkatkan risiko terserang asma antara lain :

•    Sejarah keluarga dengan asma
•    Sering mengalami infeksi saluran pernapasan ketika kecil
•    Terkena asap rokok
•    Tinggal di lingkungan perkotaan, khususnya jika terdapat polusi udara
•    Terkena pemicu saat bekerja, seperti pengunaan zat kimia pada pertanian, bekerja sebagai penata rambut atau bekerja di pabrik
•    Berat badan yang rendah saat lahir
•    Kegemukan

Pencegahan

Bersama dokter kepercayaan,  anda dapat bekerja sama mendesain langkah-langkah perencanaan dengan kondisi anda dan mencegah serangan asma.

•    Kembangkan perencanaan secara tertulis. Bersama dokter , tuliskan secara detail rencana mengambil perawatan medis dan bagaimana mengatur saat terjadi serangan asma. Kemudian pastikan untuk mengikuti rencana tersebut. Asma merupakan kondisi yang memerlukan perhatian dan perawatan yang rutin. Mengatur perawatan terhadap diri anda dapat membuat anda merasa lebih dapat mengatur hidup anda secara umum.

•    Identifikasi dan hindari pemicu asma. Beberapa alergen dan iritan luar rumah – dari serbuk sari sampai jamur ke udara dingin dan polusi udara – dapat memicu serangan asma. Temukan apa yang menyebabkan atau memperparah asma anda, dan ambil langkah untuk menghindari pemicu itu.

•    Amati napas anda. Anda dapat belajar untuk mengenali tanda dari serangan yang akan datang, seperti batuk ringan, napas sengau dan napas yang pendek. Tapi karena fungsi paru-paru anda menurun sebelum anda mengenali tanda-tanda atau gejalanya, secara rutin periksakan napas anda menggunakan peak flow meter di rumah.

•    Identifikasi dan rawat serangan asma secara dini. Jika anda bertindak cepat, anda akan lebih kecil kemungkinannya terserang asma yang parah. Anda juga tidak membutuhkan banyak obat untuk mengontrol gejala asma anda. Ketika rata-rata maksimum napas anda mengalami penurunan dan memperingatkan anda akan serangan yang akan datang, ambil obat anda sesuai petunjuk dan secepatnya hentikan aktivitas anda yang dapat memicu serangan. Jika gejala tidak ada perbaikan, ambil pertolongan medis sesuai petunjuk perencanaan yang telah dibuat.

•    Jangan hentikan program pengobatan anda. Hanya karena asma sepertinya dapat diperbaiki, jangan rubah apapun tanpa berbicara dengan dokter anda. Ide bagus untuk membawa obat anda pada setiap kunjungan anda ke dokter anda, jadi dokter anda dapat melakukan pemeriksaan ganda terhadap obat yang anda gunakan dan mengambil dosis yang tepat.
READ MORE - Asma (Dewasa)

Autisme

Autisme adalah salah satu dari kelompok masalah perkembangan yang serius dan disebut autism spectrum disorder (ASD) yang terjadi pada awal masa kanak-kanak –biasanya sebelum umum 3 tahun.  Gejala dan tingkat keparahannya bervariasi, semua autisme mempengaruhi kemampuan anak-anak dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.

Tidak ada penyembuh untuk kondisi autisme ini, perawatan dini dan intensif dapat membuat perubahan besar dalam hidup banyak anak dengan gangguan ini.

Gejala

Anak dengan autisme umumnya memiliki masalah pada tiga area krusial perkembangannya –interaksi social, bahasa dan kebiasaan. Tetapi karena gejala autisme sangat berbeda-beda, dua anak dengan diagnosis yang sama dapat memiliki kebiasaan dan kemampuan yang berbeda. Pada banyak kasus, autisme yang parah ditandai dengan ketidakmampuan secara total untuk berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang lain.

Beberapa anak menunjukkan gejala autisme pada awal masa pertumbuhannya. Anak lain tumbuh secara normal pada beberapa bulan atau tahun pertama kemudian secara tiba-tiba mengalami kemunduran, menjadi agresif atau hilang kemampuan berbahasa yang telah mereka miliki. Meskipun anak dengan autisme memiliki pola masing-masing yang unik, ada beberapa gejala autisme yang umum, antara lain:

Kemampuan bersosialisasi:
•    Gagal menyebutkan namanya
•    Kontak mata yang sedikit
•    Sering tidak mendengarkan orang yang berbicara kepadanya
•    Tidak mau dipeluk atau digenggam
•    Muncul ketidaksadaran akan perasaan lain
•    Suka bermain sendiri –tenggelam di dalam "dunia"nya

Bahasa
•    Mulai berbicara setelah berusia 2 tahun, dan memiliki penundaan kemampuan dalam 30 bulan
•    Hilang kemampuan yang telah dimiliki sebelumnya untuk berkata
•    Tidak membuat kontak mata ketika meminta sesuatu
•    Berbicara dengan nada atau ritme yang tidak normal –mungkin menggunakan suara seperti menyanyi atau seperti robot
•    Tidak dapat memulai pembicaraan atau mempertahankan pembicaraan
•    Mungkin mengulang kata atau ucapan, tetapi tidak mengerti bagaimana menggunakannya

Kebiasaan
•    Menunjukkan gerakan yang berulang, seperti berayun, berputar atau bertepuk tangan
•    Menunjukkan ritual atau rutinitas tertentu
•    Bergerak secara konstan
•    Kagum terhadap bagian benda tertentu, seperti roda mobil mainan yang berputar

Anak dengan autisme juga memiliki waktu yang sulit untuk berbagi pengalaman dengan orang lain. Pengembangan kemampuan bersosialisasi di usia dini krusial pada perkembangan berbahasa dan bersosialiasi di kemudian hari.

Setelah dewasa, beberapa anak dengan autisme menjadi lebih akrab dengan orang lain dan menunjukkan sedikit gangguan pada kebiasaannya. Beberapa diantaranya biasanya telah menjadi hidup secara normal atau mendekati normal dengan berakhirnya masalah yang parah saat sebelumnya. Beberapa yang lain memiliki kesulitan pada kemampuan berbahasa atau bersosialisasi, dan usia dewasa dapat berarti memburuknya masalah ini.

Banyak anak dengan autisme lambat untuk meningkatkan kemampuan atau pengalaman baru, dan beberapa memiliki tanda rendahnya kecerdasan. Anak lain dengan autisme normal untuk memiliki kecerdasan tinggi. Anak ini belajar dengan cepat saat memiliki kesulitan berkomunikasi, menerapkan apa yang mereka ketahui dalam hidup setiap hari dan menyesuaikan diri pada situasi sosial.  Sejumlah kecil diantara anak dengan autisme adalah "sarjana autistic" dan memiliki kemampuan luar biasa pada hal tertentu yang spesifik, seperti seni, matematika atau musik.
Penyebab

Autisme adalah masalah yang kompleks. Dua anak dengan autisme tidaklah serupa. Pada banyak kasus penyebab kondisi ini antara lain:
•    Masalah genetik. Beberapa gen menunjukkan keterkaitan dengan autisme. Beberapa mungkin membuat anak lebih rentan terkena gangguan; mempengaruhi perkembangan otak atau cara sel otak berkomunikasi.
•    Faktor lingkungan. Banyak masalah kesehatan terjadi akibat faktor genetik dan lingkungan. Sebagai contoh para ahli menemukan bahwa infeksi virus dan polusi udara memainkan peran terhadap autisme.

Faktor risiko

Autisme mempengaruhi anak-anak dari semua ras dan bangsa, tetapi faktor tertentu meningkatkan risiko. Antara lain:
•    Anak laki-laki tiga atau empat  kali lebih mungkin terkena autisme daripada anak perempuan.
•    Keluarga yang memiliki satu anak dengan autisme mengalami peningkatan risiko memiliki anak lain dengan gangguan ini.
•    Anak dengan kondisi medis tertentu memiliki risiko lebih tinggi mengalami autisme. Kondisi tersebut antara lain fragile X syndrome, faktor keturunan yang menyebabkan masalah kecerdasan, tuberous sclerosis, kondisi dimana tumor jinak terjadi di otak, gangguan neurological Tourette syndrome dan epilepsi yang menyebabkan kejang.
•    Memiliki anak pada usia tua meningkatkan risiko memiliki anak dengan autisme.

Pencegahan

Tidak ada cara untuk mencegah autisme. Autisme dapat dilakukan perawatan dan anak-anak dapat memperbaiki kemampuan berbahasa dan bersosialiasi dengan perawatan tersebut. Jika anak anda didiagnosis dengan autisme, katakan pada dokter anak anda mengenai mengenai membuat strategi perawatan untuk anak anda. Tetap ingat bahwa anda mungkin perlu mencoba beberapa perawatan yang berbeda sebelum menemukan kombinasi terbaik untuk anak anda. 
READ MORE - Autisme

Alergi

Alergi terjadi ketika system imun tubuh bereaksi berlebihan terhadap benda atau zat asing seperti serbuk bunga, racun lebah ataupun bulu binatang. Sistem imun memproduksi protein yang disebut IgE antibodies. Antibodi ini melindungi tubuh dari benda atau zat yang tidak diinginkan yang bisa membuat anda sakit atau menyebabkan infeksi.

Alergi dapat menyebabkan gejala yang terlihat pada kulit, sinus, napas, atau sistem pencernaan. Keparahan suatu alergi bervariasi pada setiap orang dan dapat terjadi mulai dari iritasi biasa sampai anaphylaxis – keadaan darurat yang berpotensi mengancam jiwa. Apabila alergi tidak dapat disembuhkan, beberapa pengobatan dapat membantu untuk meringankan gejala alergi. 


Gejala

Gejala alergi yang timbul tergantung pada partikel yang menyebabkan alergi, dan dapat mempengaruhi jalan napas, sinus dan hidung, kulit dan sistem pencernaan. Pada banyak kasus, reaksi alergi yang mengganggu menyebabkan iritasi akan tetapi ini merupakan gejala yang ringan. Reaksi alergi yang parah dapat lebih berbahaya karena melibatkan sistem organ di dalam tubuh. Pada beberapa kasus yang parah, alergi dapat memicu reaksi yang mengancam nyawa seperti halnya anaphylaxis.

Hay fever, juga disebut alergi rhinitis, dapat menyebabkan :
•    Hidung tersumbat
•    Hidung basah dan gatal
•    Mata gatal, berair, dan bengkak (conjunctivitis)

Atopic dermatitis, reaksi alergi kulit yang juga disebut eczema, dapat menyebabkan :
•    Kulit gatal
•    Kulit memerah
•    Pengelupasan kulit

Food allergy / alergi makanan dapat menyebabkan :
•    Perasaan geli di mulut
•    Bengkak pada bibir, lidah, wajah atau tenggorokan
•    Hives (gatal dengan bintik merah atau bengkak)
•    Anaphylaxis

Insect sting allergy / alergi sengat serangga dapat menyebabkan :
•    Bengkak (edema) pada bagian yang tersengat
•    Gatal atau Hives (gatal dengan bintik merah atau bengkak) pada seluruh tubuh
•    Batuk, sesak pada dada, atau napas yang pendek

Drug allergy / alergi obat dapat menyebabkan :
•    Hives (gatal dengan bintik merah atau bengkak)
•    Kulit gatal
•    Ruam pada kulit
•    Bengkak pada wajah
•    Napas menjadi pendek
•    Anaphylaxis

Anaphylaxis
Beberapa jenis alergi, termasuk alergi terhadap makanan dan sengat serangga, berpotensi memicu reaksi yang parah atau yang disebut juga anaphylaxis. Reaksi ini melibatkan beberapa sistem organ tubuh. Tanda dan gejala anaphylaxis meliputi:
•    Hilangnya kesadaran
•    Perasaan melayang-layang
•    Napas pendek yang parah
•    Denyut nadi yang cepat dan lemah
•    Ruam pada kulit
•    Rasa mual dan muntah-muntah
•    Bengkak pada saluran napas yang dapat menyumbat jalan napas
 
Penyebab

Alergi dimulai ketika sistem imun bereaksi secara tidak normal terhadap zat yang berbahaya bagi tubuh. Sistem imun kemudian memproduksi antibodi yang selalu memperingatan akan adanya partikel alergen. Ketika anda terkena alergen lagi antibodi ini melepaskan sejumlah zat kimia, seperti histamine, yang menyebabkan gejala alergi.

Yang termasuk pemicu alergi adalah:
•    Alergen yang terbawa angin, seperti serbuk tanaman, bulu binatang, debu dan jamur
•    Makanan tertentu, khususnya kacang tanah, pohon kacang-kacangan, gandum, kedelai, ikan, kerang, telur dan susu
•    Sengat serangga, seperti sengat lebah atau tawon
•    Obat, seperti penicillin atau antibiotik berbahan dasar penicillin.
•    Getah atau zat lain yang anda sentuh, dimana dapat menimbulkan reaksi kulit.

   
Faktor risiko

Risiko munculnya alergi akan meningkat pada anda jika:
•    Memiliki sejarah keluarga dengan asma atau alergi. Risiko alergi akan meningkat pada anda jika anda memiliki anggota keluarga yang mengalami asma atau alergi seperti hay fever, hives atau eczema.
•    Pada saat anak-anak. Meskipun anda dapat terkena alergi karena sesuatu pada usia berapapun, pada dasarnya anak-anak lebih mudah terkena alergi daripada orang dewasa.
•    Memiliki asma atau alergi. Memiliki asma dapat meningkatkan risiko untuk terkena alergi. Juga apabila memiliki alergi karena suatu hal akan menyebabkan terkena alergi pada hal lainnya.
 

Pencegahan

Mencegah alergi tergantung jenis alergi yang anda miliki. Secara umum dapat dilakukan tindakan berikut:
•    Hindari pemicu yang diketahui. Jika anda mengambil pengobatan untuk mengobati gejala alergi anda, anda tetap diharuskan untuk menghindari pemicunya. Secara umum pemicu alergi adalah alergen yang terbawa angin di luar ruang, dirumah atau di tempat kerja, dan makanan tertentu, serangga atau obat. Beberapa reaksi alergi dipicu atau diperparah oleh temperatur yang ekstrim ataupun perasaan stress.
•    Jaga keseharian anda. Ketika mencoba mengidentifikasi secara jelas apa yang menyebabkan atau memperburuk gejala alergi anda, coba untuk melihat kembali semua aktifitas yang anda lakukan. Catat ketika gejala alergi terjadi, dan tulis apa yang mungkin dapat menolong. Hal ini dapat menolong anda dan dokter anda untuk mengidentifikasi pemicu alergi dan langkah yang terbaik untuk mencegah dan mengobati alergi anda.
•    Gunakan gelang penanda. Jika anda pernah mengalami reaksi alergi yang parah. Gelang (atau kalung) penanda akan memberitahu orang lain bahwa anda memiliki kasus reaksi alergi yang serius dan ketika itu terjadi pastinya anda tidak mampu untuk memberitahu orang lain apa yang menimpa anda. Dengan gelang tersebut maka orang lain akan dapat dengan mudah mengetahui.
READ MORE - Alergi

Cara Meringankan "Ngorok"

Mungkin Anda termasuk dari 45 persen orang dewasa yang sering mengeluarkan napas berat dengan bunyi seperti geram seekor beruang ketika tidur. Banyak hal yang menyebabkan seseorang mendengkur, dari hiung tersumbat, sampai adanya tonsil yang membesar.

Meski pada tingkat ringan mendengkur tidak mengundang risiko kesehatan, kebiasaan mengorok ini bisa menurunkan kualitas hidup. Tidak hanya mengganggu orang yang tidur satu ruangan dengannya, tetapi tidak sedikit penderita dengkur yang juga mengalami sleep apnea atau tersumbatnya jalan napas selama beberapa detik. Akibatnya, suplai oksigen ke otak menjadi berkurang.

Beruntung dewasa ini banyak dokter ahli yang mampu mengatasi masalah gangguan tidur ini. Namun ada beberapa cara alami untuk meringankan kasus dengkuran Anda.

1. Ubah posisi tidur Tidur dalam posisi telentang akan membuat pangkal lidah dan langit-langit mulut "runtuh" ke membran tenggorokan sehingga menyebabkan getaran suara selama kita tidur. Tidur dengan posisi miring bisa membuat perbedaan besar bagi orang yang terbiasa mengorok. Cara lainnya adalah dengan meninggikan bagian kepala saat tidur dengan cara mengganjal bagian bawah kaki tempat tidur.

2. Kurangi berat badan Mengurangi berat badan bisa membantu pada sebagian orang karena nyatanya banyak juga orang kurus yang tidurnya mengorok.

3. Hindari alkohol Alkohol menyebabkan otot-otot dalam jalan napas menjadi terlalu santai. Demikian juga halnya dengan obat-obatan penenang dan obat tidur.

4. Atur pola tidur Pola tidur yang buruk, seperti kebiasaan bekerja lembur sehingga kurang tidur, bisa membuat tubuh kelelahan. Akibatnya saat tiba waktunya tidur, Anda akan memasuki tidur yang dalam dan lama sehingga otot-otot jadi mengendur dan lemas kemudian memicu dengkuran.

5. Matikan rokok Asap rokok membuat jaringan-jaringan, baik di tenggorokan maupun hidung, mengalami iritasi, sampai bengkak dan menyumbat aliran udara.

6. Cukup cairan Minumlah cukup cairan setiap hari. Sekresi di hidung dan langit-langit mulut menjadi lengket ketika Anda dehidrasi. Hal ini menimbulkan dengkuran.

7. Ganti bantal Alergen di kamar tidur dan bantal mungkin berpengaruh pada terjadinya ngorok. Tungau debu bisa berakumulasi di bantal dan menyebabkan reaksi alergi yang memicu dengkuran. Untuk mengurangi alergen di tempat tidur, cucilah bantal Anda dan jemur di bawah sinar matahari minimal seminggu sekali. Selain itu, jagalah agar hewan kesayangan tidak tidur satu kamar dengan Anda.

READ MORE - Cara Meringankan "Ngorok"

5 Cara Alami Hentikan Dengkur

Mendengkur biasanya memburuk seiring bertambahnya usia.  Apakah Anda ingin berhenti mendengkur? Cobalah menerapkan pengobatan alami dan perubahan pola hidup berikut ini :

1. Mengubah Posisi Tidur

Mendengkur terjadi ketika langit-langit, tekak, lidah, tonsil atau otot di belakang tenggorokan saling bersentuhan satu sama lain, sehingga menimbulkan suara getar selama tidur. Bunyi dengkuran muncul ketika posisi tidur telentang sehingga lidah tertarik ke belakang dan aliran udara mengalami penyempitan. Karena itu, cobalah mengubah posisi tidur menjadi miring agar terhindar dari mendengkur.

2. Turunkan 10 Persen Berat Badan

Jaringan leher orang yang kelebihan berat badan biasanya tebal. Ini yang memungkinkan munculnya risiko mendengkur. Menurunkan berat sekitar 10 % dapat membantu Anda menghentikan kebiasaan yang sangat mengganggu itu.

3. Hindari Alkohol dan Obat Penenang

Apa pun jenis obat penenang seperti pil tidur atau alkohol dosis rendah dapat menyebabkan mendengkur, karena cenderung menekan pernapasan. Karena itu, hentikan atau kurangi kebiasaan menggunakan obat-obat penenang.

4. Hirup Uap Air Sebelum Tidur

Hidung tersumbat dapat menyebabkan mendengkur. Salah satu cara mengatasinya adalah menghirup dalam-dalam uap air melalui hidung sebelum tidur. Anda juga bisa meletakkan handuk yang telah dicelupkan dalam air hangat dan menghirup uapnya untuk menghilangkan lendir penyebab hidung tersumbat.

5. Cobalah Obat Semprot Nasal

Penelitian menunjukkan bahwa obat nasal semprot dapat mengusir penyumbatan, sehingga membuat lubang hidung terbuka lebar. Dengan demikian Anda dapat terhindar dari risiko mendengkur.

READ MORE - 5 Cara Alami Hentikan Dengkur

Minggu, 17 April 2011

Diabetes

Istilah diabetes mellitus mengarah pada beberapa kondisi kesehatan yang mempengaruhi bagaimana tubuh menggunakan gula dalam darah (glukosa). Glukosa sangat penting bagi kesehatan karena merupakan sumber energi utama bagi otot dan jaringan.

Jika anda memiliki diabetes tipe apapun, itu berarti anda memiliki terlalu banyak glukosa. Terlalu banyak glukosa dalam darah akan menyebabkan masalah yang serius. Diabetes kronis terdiri dari diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Gejala

Gejala diabetes bervariasi berdasarkan jenis diabetes yang anda miliki. Jika anda memiliki prediabetes (kadar gula darah lebih tinggi dari normal tapi belum cukup dikategorisasikan sebagai diabetes) atau gestational diabetes (gula darah yang meningkat saat kehamilan) mungkin tidak akan mengalami gejala.

Tanda dan gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 antara lain:
•    Sering haus
•    Sering buang air kecil
•    Sangat lapar
•    Hilang berat badan secara tiba-tiba
•    Kelelahan
•    Pandangan kabur
•    Apabila memiliki luka, luka tersebut sulit sembuh
•    Sering mengalami infeksi, seperti infeksi gusi atau kulit dan infeksi vagina atau kandung kemih

Diabetes tipe 1 umumnya terjadi pada anak-anak dan remaja meskipun pada dasarnya dapat terjadi pada usia berapapun. Diabetes tipe 2 yang merupakan tipe yang paling umum dapat terjadi pada usia berapapun dan sering dapat dicegah.


Penyebab & Faktor Risiko

Penyebab

Untuk dapat mengerti tentang diabetes anda harus mengetahui bagaimana glukosa diproses tubuh secara normal.

Bagaimana glukosa bekerja secara normal
Glukosa adalah sumber energi utama bagi tubuh. Glukosa berasal dari dua sumber yang utama, yaitu makanan dan hati. Saat mencerna makanan gula diserap ke dalam aliran darah dengan dibantu oleh insulin (hormon yang mengatur metabolisme karbohidrat). Hormon insulin dihasilkan oleh pankreas.

Dalam proses ini hati bertindak sebagai gudang penyimpanan dan pusat pengolahan. Contohnya ketika anda tidak makan untuk beberapa waktu, hati akan melepaskan glukosa yang tersimpan untuk menjaga kadar glukosa tetap normal.

 - Penyebab diabetes tipe 1
Pada diabetes tipe 1, sistem imun anda yang normalnya berfungsi untuk melawan bakteri atau virus malah menyerang hormon insulin. Kondisi ini membuat anda kekurangan atau bahkan tidak memiliki insulin. Alih-alih dihantarkan ke dalam sel, gula akan menumpuk di dalam aliran darah.

- Penyebab prediabetes dan diabetes tipe 2
Pada kondisi prediabetes – yang dapat menyebabkan diabetes tipe 2 – dan diabetes tipe 2, sel menjadi resisten terhadap hormon insulin. Hal ini menyebabkan pankreas tidak mampu menghasilkan cukup insulin. Alih-alih mengalirkan ke dalam sel, gula akan menumpuk di dalam darah. Penyebab pastinya tidak diketahui meskipun kelebihan lemak dan perilaku pasif merupakan faktor penting.

- Penyebab gestational diabetes
Saat kehamilan, plasenta memproduksi hormon untuk menopang kehamilan. Hormon ini membuat sel lebih resisten terhadap insulin. Seiring pembesaran plasenta pada tiga bulan kedua dan ketiga, maka hormon tersebut semakin banyak dihasilkan.
Normalnya pankreas akan merespon dengan menghasilkan lebih banyak insulin. Tetapi terkadang pankreas justru tidak mampu meresponnya. Ini membuat glukosa banyak menumpuk di darah dan tidak terserap ke dalam sel.


Faktor risiko

Faktor risiko diabetes didasarkan pada tipe diabetes.

- Faktor risiko diabetes tipe 1
Meskipun penyebab pasti diabetes tipe 1 tidak diketahui, faktor keturunan mungkin mempengaruhi. Faktor lainnya adalah terkena penyakit yang disebabkan virus.

- Faktor risiko diabetes tipe 2
•    Lemak. Semakin banyak lemak pada jaringan tubuh anda, semakin tinggi pula resistensinya terhadap insulin.
•    Perilaku pasif. Perilaku pasif akan membuat lemak dalam tubuh tidak terbakar. Aktifitas fisik akan membantu mengontrolnya dan semakin banyak penggunaan glukosa untuk energi maka semakin sensitif sel anda terhadap glukosa.
•    Faktor keturunan.
•    Usia. Risiko akan meningkat seiring dengan usia dimana aktifitas fisik cenderung menurun.
•    Gestational diabetes. Jika anda memiliki gestational diabetes ketika hamil, maka risiko mengalami prediabetes dan diabetes tipe 2 akan meningkat kemudian. Jika bayi yang anda lahirkan memiliki berat lebih dari 4 kilogram maka anda juga berisiko terkena diabetes tipe 2.
•    Polycystic ovary syndrome. Ditandai dengan periode menstruasi yang tidak teratur, tumbuh rambut yang terlalu banyak dan obesitas.

Kondisi lain yang terkait diabetes antara lain:
•    Tekanan darah tinggi
•    Kolesterol


Pencegahan

Diabetes tipe 1 tidak dapat dicegah. Akan tetapi diabetes tipe 2 dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat.
•    Makan makanan sehat rendah kalori dan lemak
•    Lebih aktif secara fisik, khususnya dengan berolahraga
•    Jaga berat badan ideal

Banyak jenis kanker kulit dapat dicegah pembentukannya, antara lain dengan:
•    Menghindari sinar matahari diantara jam 10 siang sampai jam 4 sore
•    Menggunakan krim pelindung sinar matahari
•    Menggunakan perlengkapan pelindung sinar matahari
•    Waspada terhadap obat tertentu, antara lain antibiotik, kolesterol, pil KB, obat anti pembengkakan nonsteroidal dan obat jerawat isotretinoin.
•    Periksa kesehatan kulit secara teratur
•    Olahraga kulit untuk mereka yang berusia 40 tahun ke atas
READ MORE - Diabetes